Aleksander berharap seluruh pihak dapat mengambil bagian dalam penanganan bencana, baik pada masa tanggap darurat maupun dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Kami mengharapkan bantuan dari semua pihak dalam penanganan darurat ini maupun dalam rekonstruksi pascagempa. Kondisi warga sangat membutuhkan perhatian dan dukungan bersama,” ungkap Aleksander.
Sementara itu, Kepala Desa Golo Lewe, Fransiskus Nala, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kepedulian PDI Perjuangan, khususnya kepada Stevano Rizky Andranacus yang datang langsung melihat kondisi masyarakat.
Menurutnya, kehadiran dan bantuan tersebut memberikan semangat tersendiri bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit setelah bencana.
“Kami atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat Golo Lewe menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Kehadiran Bapak Stevano di tengah warga sangat berarti bagi kami,” ujar Fransiskus.
Stevano Rizky Andranacus mengaku tersentuh melihat langsung kondisi masyarakat yang menjadi korban gempa. Ia menilai, dalam situasi seperti ini, warga tidak boleh dibiarkan berjuang sendirian menghadapi dampak bencana.
Ia pun menyampaikan empati kepada seluruh masyarakat yang kehilangan tempat tinggal maupun mengalami kerusakan akibat gempa.
“Saya sangat merasakan duka dan beban yang dialami masyarakat di sini. Ketika kita melihat langsung rumah-rumah warga yang runtuh dan fasilitas umum yang rusak, tentu hati kita ikut tersentuh. Semoga warga terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses pemulihan dapat berjalan dengan cepat,” ujar Stevano.
Legislator dari Dapil NTT 2 yang meliputi Pulau Timor, Rote, Sabu, dan Sumba itu menegaskan bahwa penanganan pascabencana membutuhkan kerja bersama. Bantuan kebutuhan dasar harus terus diberikan, sementara proses pemulihan dan pembangunan kembali rumah serta fasilitas umum juga perlu menjadi perhatian serius.
Bagi Stevano, kehadiran di lokasi bencana merupakan bagian dari upaya menyerap langsung aspirasi masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan warga korban gempa dapat disampaikan dan diperjuangkan.
Selain menyerahkan bantuan kebutuhan pokok, Stevano juga telah menggerakkan mobil ambulans ke wilayah Flores untuk membantu menjangkau masyarakat terdampak, terutama di daerah yang mengalami keterbatasan akses dan membutuhkan pelayanan kesehatan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari kepedulian terhadap warga yang masih berada dalam situasi darurat pascagempa.
Di tengah puing-puing rumah yang berserakan, suara warga yang menyampaikan keluhan dan harapan menjadi pengingat bahwa bencana tidak berhenti ketika tanah kembali tenang. Bagi para korban, perjuangan sesungguhnya baru dimulai—memulihkan kehidupan, membangun kembali rumah, menghidupkan kembali fasilitas pendidikan, serta menata masa depan yang porak-poranda akibat gempa.
Kehadiran Stevano di tengah reruntuhan menjadi bentuk solidaritas bahwa masyarakat korban bencana tidak sendirian. Bantuan, perhatian, dan dukungan dari berbagai pihak masih sangat dibutuhkan agar warga dapat kembali berdiri dan perlahan membangun kehidupan mereka dari puing-puing yang tersisa. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









