“Ini menunjukkan betapa besar bangsa kita. Indonesia adalah negara dengan demokrasi yang hidup, dinamis, dan berjalan dengan baik. Saudara-saudara yang berdiri di depan saya berasal dari partai-partai yang berbeda, latar belakang yang berbeda, namun hari ini saudara telah mendapatkan kepercayaan rakyat. Saudara dipilih untuk menjadi pelayan rakyat, abdi rakyat,” tegasnya.
Presiden juga menekankan pentingnya menjaga kepentingan masyarakat di atas segalanya.
“Tugas utama saudara adalah membela kepentingan rakyat, memperjuangkan kehidupan yang lebih baik bagi mereka. Walaupun kita berasal dari partai, agama, dan suku yang berbeda, kita tetap satu keluarga besar, keluarga besar Nusantara, keluarga besar Republik Indonesia, keluarga besar Merah Putih. Kita berbeda-beda, tetapi kita tetap satu,” tegas Prabowo, disambut tepuk tangan para hadirin.
Di akhir pidatonya, Presiden mengingatkan bahwa dalam waktu dekat akan ada pertemuan lanjutan di Magelang yang akan diadakan oleh Kementerian Dalam Negeri.
“Saya tidak akan berlama-lama, karena kita akan bertemu lagi dalam retret yang akan diselenggarakan oleh Menteri Dalam Negeri di Magelang. Saya berharap saudara-saudara semua siap menghadapi tantangan yang ada dan bekerja dengan penuh dedikasi,” pungkasnya.
Presiden Prabowo kemudian menutup sambutannya dengan salam dan seruan penuh semangat.
“Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, shalom, om santi santi santi om, namo budaya, salam kebajikan. Terima kasih. Merdeka! Merdeka! Merdeka!”
Acara pelantikan ini menjadi awal dari perjalanan kepemimpinan baru di berbagai daerah di Indonesia. Para kepala daerah yang telah dilantik diharapkan mampu menjalankan tugasnya dengan baik demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









