Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Masihkah Kita Memilih Maling dan Setan di Pilkada Mabar 2024?

  • Bagikan
IMG 20240320 231343
Plasidus Asis Deornay, S.H, Advokat dan Ketua Komodo Lawyers Club, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. (foto : isth).

Oleh: Plasidus Asis Deornay, S.H, Advokat dan Ketua Komodo Lawyers Club, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. 

JAKARTA, NTTNEWS.NET – Keseruan Pilkada Manggarai Barat tahun 2024 telah menjadi sorotan utama dengan berbagai dinamika yang mengiringinya.

Berbagai nama calon pemimpin mulai mencuat ke publik melalui liputan media yang intens. Namun, di balik gemerlapnya sorotan tersebut, tersembunyi sebuah realitas yang perlu kita refleksikan secara mendalam.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Janjikan Rumah Warga Nagekeo yang Rusak Gempa Segera Didata dan Dibantu

Menjadi figur nomor satu atau dua di Kabupaten Manggarai Barat tidak hanya membutuhkan popularitas di kalangan partai politik dan masyarakat.

Kesiapan dan persiapan yang matang juga menjadi kunci utama. Namun, ada satu faktor yang sering kali menjadi pusat perhatian dalam dunia politik, yakni uang.

Banyak yang menyebut uang sebagai “Setan” dalam konteks pemilihan umum maupun pilkada. Uang memiliki daya tarik yang kuat dan seringkali menjadi penentu utama dalam perolehan suara.

Baca Juga :  Baru Bebas dari Rutan, Residivis Anak Pembobol Kios di Labuan Bajo Kembali Diringkus Resmob Komodo

Namun, perlu diingat bahwa uang hanyalah benda mati tanpa kekuatan jika tidak digerakkan oleh manusia.

Dalam konteks politik di Manggarai Barat, uang (atau “Setan” sebagaimana disebutkan) memiliki pengaruh yang cukup signifikan. Tidak jarang, kandidat dengan sumber daya keuangan yang besar lebih mudah meraih kemenangan.

  • Bagikan