Oleh: Dr. Suriyanto Pd, SH.,MH.,M.Kn
JAKARTA, NTTNEWS.NET – Masa kampanye menjelang tanggal 14 Februari 2024 hampir usai, membawa kita mendekati puncak pesta demokrasi yang akan diikuti oleh seluruh rakyat Indonesia.
Namun, perjalanan menuju bilik pencoblosan tidak terlepas dari dinamika isu dan fakta kontroversial yang mewarnai proses pencalonan presiden dan wakil presiden.
Dalam rentang masa kampanye, berbagai isu mengenai kecurangan dan kekerasan selama pelaksanaan Pilpres 2024 muncul di berbagai media, baik online maupun sosial.
Fenomena ini memicu respons dari para pejuang demokrasi dan kelompok aliran tengah, yang turut serta dalam pengawasan pada hari pencoblosan dan menyuarakan protes terhadap potensi kecurangan, termasuk isu seputar cawe-cawe Jokowi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









