JAKARTA, NTTNEWS.NET – Kematian tragis anggota Yonif TP 835/SYB, Prada Lucky Chpril Saputra Namo, yang diduga menjadi korban penganiayaan brutal oleh seniornya, memicu gelombang kemarahan dan kecaman luas dari berbagai kalangan.
Peristiwa memilukan ini tidak hanya menyentuh hati masyarakat, tetapi juga memantik desakan keras agar keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu.
Di media sosial, ribuan warganet membanjiri lini masa dengan ungkapan belasungkawa dan kemarahan.
Tagar-tagar kecaman mengemuka, menuntut agar para pelaku dihukum seberat-beratnya.
“Tidak ada alasan pembenaran untuk kekerasan di lingkungan militer. Korban adalah manusia, bukan alat,” tulis salah seorang pengguna media sosial yang mendapatkan ribuan tanda suka.
Kasus ini juga menarik perhatian Anggota DPR RI Komisi XIII yang membidangi hukum dan hak asasi manusia, Dr. Umbu Rudi Kabunang, S.H., M.H., yang juga merupakan anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Fraksi Partai Golkar.
Legislator asal Daerah Pemilihan NTT II itu mengaku tidak dapat menyembunyikan kekecewaan dan kemarahannya atas insiden yang mencoreng nama baik TNI tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









