LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Kepedulian terhadap warga terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditunjukkan Anggota DPR RI sekaligus Bendahara DPD PDI Perjuangan NTT, Stevano Rizky Adranacus.
Stevano turun langsung ke tengah-tengah warga yang menjadi korban bencana untuk melihat dari dekat kondisi rumah-rumah yang hancur dan rusak akibat guncangan gempa. Kunjungan tersebut dilakukan pada Senin, 17 Agustus 2026, di Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat.
Kedatangannya bukan sekadar melihat kondisi kerusakan dari kejauhan. Stevano berjalan di antara puing-puing bangunan, menyaksikan secara langsung rumah warga yang sebelumnya menjadi tempat berlindung dan berkumpul bersama keluarga, kini berubah menjadi reruntuhan.
Di lokasi bencana, Stevano mendengarkan secara langsung cerita, keluhan, aspirasi, hingga kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak gempa.
Suasana duka begitu terasa. Warga harus menghadapi kenyataan kehilangan tempat tinggal dan kerusakan berbagai fasilitas yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan mereka.
Pada kesempatan tersebut, Stevano turut membawa bantuan berupa sembako dan kebutuhan pokok yang disalurkan melalui Posko PDI Perjuangan Kuwus Barat. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu meringankan beban warga yang tengah berada dalam situasi darurat.
Dalam kunjungan tersebut, terdapat dua lokasi terdampak yang didatangi Stevano di wilayah Kuwus Barat.
Lokasi pertama berada di Kampung Landong, Desa Tueng. Berdasarkan pendataan di lapangan, sebanyak 21 rumah warga mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi.
Selanjutnya, Stevano mengunjungi Kampung Landong, Desa Golo Lewe, Kecamatan Kuwus Barat. Di wilayah ini tercatat 14 rumah mengalami rusak berat dan 21 rumah mengalami rusak ringan.
Didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Manggarai Barat, Stevano kemudian menyerahkan bantuan kepada 83 kepala keluarga (KK), dengan prioritas bantuan diberikan kepada 14 KK yang terdampak langsung akibat kerusakan berat.
Kondisi tersebut menggambarkan betapa besar dampak gempa yang dirasakan masyarakat di wilayah tersebut. Tidak hanya kehilangan kenyamanan tempat tinggal, warga juga harus menghadapi ketidakpastian mengenai tempat berlindung, kebutuhan pangan, serta proses pemulihan kehidupan mereka setelah bencana.
Ketua PAC PDI Perjuangan Kuwus Barat, Aleksander Dasilva Daut, didampingi Kepala Desa Golo Lewe, Fransiskus Nala, menjelaskan bahwa kerusakan akibat gempa tidak hanya terjadi pada rumah warga.
Sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan berat. Sedikitnya terdapat tiga gedung sekolah dasar, yakni SDN Golo Lewe, SDK Rawuk, dan SDN Golo Binsar, yang terdampak.
Selain itu, gedung PAUD St. Thomas serta Kantor Desa Golo Lewe juga mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.
Kerusakan fasilitas pendidikan tersebut tentu menambah beban masyarakat. Di tengah perjuangan untuk memulihkan tempat tinggal, anak-anak juga menghadapi ketidakpastian terkait keberlangsungan aktivitas belajar mereka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









