Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

10 K9 SAR Polri Diterbangkan ke Flores, Satu Misi: Percepat Pencarian Korban Gempa

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260816 174045
Polri kembali bergerak cepat memperkuat operasi pencarian dan pertolongan (SAR) pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Minggu, 16 Agustus 2026, sebanyak 10 anjing pelacak atau K9 SAR berpengalaman dari Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri diterbangkan menuju Labuan Bajo menggunakan pesawat khusus CN-295 Polri P-4501. (foto : Dok. Isth).

Pembagian regu tersebut memungkinkan kekuatan K9 dikerahkan secara lebih fleksibel sesuai kebutuhan dan hasil asesmen di lapangan.

Dalam penanganan awal, sejumlah wilayah menjadi perhatian, yakni Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur.

Namun, pengerahan tersebut tidak bersifat kaku. Apabila perkembangan situasi menunjukkan adanya kebutuhan pencarian di wilayah lain, tim dapat digeser berdasarkan hasil koordinasi dengan Polda NTT dan kondisi terkini di lapangan.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan kecepatan menjadi salah satu faktor utama dalam penanganan bencana.

“Kecepatan merupakan salah satu hal yang paling utama. Pagi ini kami kembali memberangkatkan tim tersebut. Nantinya pembagian tugas akan dilakukan melalui koordinasi dan komunikasi dengan Polda NTT,” ujar Trunoyudo.

Menurutnya, kehadiran tim K9 merupakan bentuk respons cepat Polri terhadap kebutuhan masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.

Trunoyudo menegaskan, Polri memahami besarnya harapan keluarga dan masyarakat terhadap proses pencarian korban.

“Kami memahami betul dan sama-sama berempati bahwa proses pencarian sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di sana. Yang paling utama adalah bagaimana Polri dapat memberikan evakuasi dan penyelamatan bagi korban yang masih selamat,” katanya.

Baca Juga :  Wae Mata Sempat Kuasai Babak Pertama, Kolang FC Balik Menghancurkan 6-1

Ia menjelaskan, penempatan tim akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

“Ada beberapa daerah yang menjadi prioritas untuk dilakukan langkah-langkah mitigasi dan pencarian korban, yaitu Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur. Namun demikian, apabila terdapat daerah lain yang juga membutuhkan bantuan, tentu kami akan melakukan langkah-langkah mitigasi dan pencarian korban sesuai kebutuhan,” jelas Trunoyudo.

Untuk menunjang pelaksanaan operasi, pesawat CN-295 Polri P-4501 tidak hanya membawa 10 K9 dan 21 personel.

Pesawat juga mengangkut 10 kennel box K9, empat box perlengkapan tim dan pakan K9, serta berbagai bantuan logistik lainnya.

Total muatan yang dibawa mencapai sekitar 3.411 kilogram atau 3,4 ton.

Muatan tersebut antara lain terdiri dari 45 dus makanan siap saji, 10 unit Wontech, 409 kilogram obat-obatan bantuan, 60 kilogram banner dan stiker, serta sejumlah perlengkapan pendukung lainnya.

Pengangkutan seluruh kebutuhan tersebut menggunakan pesawat khusus dengan rute tersendiri merupakan bagian dari strategi percepatan mobilisasi. Dengan demikian, K9, handler, tenaga veteriner, personel pendukung, perlengkapan, dan logistik dapat tiba dalam satu rangkaian operasi dan segera digunakan sesuai kebutuhan.

Baca Juga :  KUR Bank NTT Rp350 Miliar Disorot, Hans Rumat Tantang Golkar: Jangan Bungkam Kritik, Buka Dokumennya!

Setibanya di Labuan Bajo, tim K9 Ditpolsatwa akan langsung berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menentukan lokasi penugasan, sektor pencarian, serta wilayah yang menjadi prioritas.

Koordinasi tersebut menjadi penting karena kondisi di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu. Titik pencarian juga akan ditentukan berdasarkan laporan masyarakat, hasil asesmen tim SAR, data korban, serta informasi dari unsur pemerintah daerah dan aparat terkait.

Polri memastikan dukungan kemanusiaan terhadap masyarakat terdampak gempa akan terus dilakukan secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Di tengah kepanikan, kehilangan, dan harapan keluarga yang masih menunggu kabar orang-orang tercinta, kehadiran K9 SAR menjadi salah satu kekuatan tambahan dalam upaya menemukan korban.

Sepuluh K9 terlatih diterbangkan dengan pesawat khusus. Dua puluh satu personel ikut mendampingi. Perlengkapan dan logistik dibawa bersama. Semua bergerak dengan satu misi: mempercepat pencarian, menemukan korban, menyelamatkan yang masih hidup, dan membantu masyarakat Flores yang sedang menghadapi duka akibat gempa. **

  • Bagikan