Bagi masyarakat Bea Waek, bantuan tersebut menjadi penguat di tengah situasi sulit setelah gempa menghancurkan rumah dan fasilitas pelayanan mereka.
Pustu Bea Waek yang selama ini menjadi tempat warga berobat kini tinggal puing. Bangunan yang dahulu menjadi tempat ibu hamil memeriksakan kandungan, anak-anak mendapatkan pelayanan kesehatan dan warga memperoleh pertolongan medis tersebut tidak lagi dapat digunakan.
Namun, kehancuran bangunan tidak membuat pengabdian para tenaga kesehatan berhenti.
“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sudah peduli dan mau berbagi. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat, terutama balita dan ibu hamil yang terdampak gempa,” kata Endang.
Di sisi lain, masyarakat Desa Bea Waek masih membutuhkan perhatian dan bantuan lebih lanjut. Hingga Kamis (20/8/2026), warga setempat disebut belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur.
Kondisi itu membuat kebutuhan terhadap makanan, air bersih, obat-obatan, perlengkapan bayi, kebutuhan ibu hamil dan tempat tinggal sementara semakin mendesak.
Di tengah keterbatasan tersebut, aksi pembagian paket sembako menjadi bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap korban bencana.
Gempa telah merobohkan bangunan dan meninggalkan luka mendalam. Namun, di antara puing-puing Pustu Bea Waek, masih ada tenaga kesehatan yang memilih bertahan, merawat warga, dan berbagi.
Ketika tempat pelayanan mereka runtuh, semangat kemanusiaan mereka justru tetap berdiri. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









