Ia mengaku ada sejumlah persoalan yang juga terungkap dalam pertemuan kali ini, baik terkait ekonomi kreatif, pertanian maupu promosi wisata.
“Ada beberapa masalah yang coba kami tampung, kami akan cari solusinya, seperti terkait ekonomi kreatif, pertanian, promosi wisata, hingga soal tiket pesawat yang mahal,” ujarnya.
Ada pula tantangan lainnya, misalnya terkait pasokan bahan kebutuhan hotel dan restoran di Labuan Bajo yang kebanyakan masih dari luar. Gibran sepakat agar kebutuhan pokok ini bisa disiapkan oleh masyarakat lokal.
“Kita mendorong semua restoran di Labuan Bajo ini agar wajib menggunakan pangan lokal. Ini penting untuk mendukung petani kita menikmati kemajuan pariwisata,” tutur Gibran.
Pada kesempatan tersebut, Gibran yang hadir bersama istrinya Selvi Ananda, dikenakan songket, selendang, hingga topi khas Manggarai.
Gibran juga meluangkan waktu untuk menikmati live music berupa pementasan Musik Sasando oleh Jeagril Pah didampingi Kamus Band, hingga hingga memborong produk UMKM lokal yang dipamerkan di lokasi acara.
Adapun perwakilan UMKM yang hadir dalam acara ‘Gibran Mendengar’ kali ini di antaranya perwakilan dari Data Bajo Coffee, Desa Wisata Bajo, Dapur Tara, Pengusaha Air Minum, Komunitas Fotografi, hingga mantan pemain PSS Sleman yang menjadi pengusaha kuliner di Labuan Bajo. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









