Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Hari Kedua Operasi SAR Gempa Flores, Basarnas Perluas Pencarian ke Tiga Kabupaten

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260816 162521
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) memasuki hari kedua pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Tim SAR gabungan terus memaksimalkan pencarian dan penanganan korban di sejumlah wilayah yang terdampak gempa. (foto : Dok. Isth).

BORONG, NTTNEWS.NET – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) memasuki hari kedua pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Tim SAR gabungan terus memaksimalkan pencarian dan penanganan korban di sejumlah wilayah yang terdampak gempa.

Pada Minggu (16/8/2026), Kantor SAR Maumere bersama berbagai unsur potensi SAR memperluas operasi ke tiga wilayah terdampak, yakni Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Nagekeo.

Operasi dilakukan dengan mengerahkan personel dari berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat. Tim gabungan menyisir sejumlah lokasi yang berdasarkan hasil pemetaan dan laporan awal membutuhkan penanganan serta memastikan tidak ada lagi warga yang terjebak atau membutuhkan pertolongan.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii juga telah tiba di Pulau Flores untuk memantau secara langsung pelaksanaan operasi penanganan kondisi darurat pascagempa.

Kehadiran pimpinan Basarnas di wilayah terdampak menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh tahapan operasi pencarian dan pertolongan berjalan maksimal, sekaligus memastikan kebutuhan personel, peralatan, maupun dukungan evakuasi dapat segera ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan.

Baca Juga :  Belum Reda Kasus Lama, Itok Aman Kembali Disorot! 8 Wisatawan Asing Rugi Rp125 Juta

Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan Kepala Basarnas bersama rombongan dijadwalkan meninjau langsung sejumlah wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai Timur.

Selain melakukan pemantauan, Basarnas juga menyiagakan dukungan evakuasi medis udara untuk mengantisipasi apabila terdapat korban yang membutuhkan penanganan cepat dan harus segera dirujuk ke fasilitas kesehatan.

“Bapak Kepala Basarnas bersama rombongan telah tiba dan dijadwalkan meninjau wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai Timur. Selain itu, helikopter Basarnas juga telah disiagakan untuk mendukung proses evakuasi medis udara secara cepat apabila diperlukan dan saat ini disiagakan di Bandara Komodo Labuan Bajo,” ujar Fathur Rahman.

Di Kabupaten Manggarai Timur, operasi SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi seorang nelayan yang dilaporkan tenggelam ketika gempa bumi terjadi.

Baca Juga :  Wae Mata Sempat Kuasai Babak Pertama, Kolang FC Balik Menghancurkan 6-1

Korban ditemukan pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 09.30 WITA di perairan Pantai Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda.

Namun, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Tim SAR kemudian melakukan proses evakuasi terhadap korban dengan melibatkan unsur potensi SAR yang berada di lokasi. Penemuan tersebut menjadi salah satu hasil operasi pencarian yang dilakukan tim gabungan pada hari kedua.

Kantor SAR Maumere memastikan pencarian di wilayah Manggarai Timur tetap dilanjutkan dengan memperhatikan laporan masyarakat serta hasil pemantauan di lapangan.

Sementara itu, penyisiran darat juga terus dilakukan di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Nagekeo berdasarkan Rencana Operasi (RenOps) hari kedua.

Tim SAR gabungan melakukan penyisiran hingga radius sekitar 6,3 kilometer dari sejumlah titik yang menjadi fokus pencarian.

  • Bagikan