Selain persoalan rumah rusak, Presiden Prabowo juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian harus terus dipenuhi.
Bantuan berupa makanan, air bersih, pelayanan kesehatan, kebutuhan bayi dan anak-anak serta berbagai keperluan pengungsi lainnya harus tersedia selama masyarakat masih belum dapat kembali ke rumah masing-masing.
Dalam kunjungannya, Presiden turut meninjau dapur umum, pos kesehatan dan gudang logistik yang berada di Lapangan Berdikari Danga.
Presiden juga menginstruksikan jajaran pemerintah, termasuk BNPB, Kementerian Sosial dan pemerintah daerah, agar mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
“Jangan sampai ada masyarakat yang terdampak bencana merasa sendirian. Pemerintah harus hadir, membantu dan memastikan kebutuhan mereka terpenuhi,” tegasnya.
Presiden juga meminta agar pendataan kerusakan dilakukan secara cepat dan akurat sebagai bagian dari tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa.
Bagi warga Nagekeo, kerusakan rumah bukan hanya persoalan kehilangan tempat tinggal. Di balik dinding yang roboh dan atap yang rusak, terdapat cerita panjang tentang kehidupan keluarga.
Ada rumah yang dibangun dari hasil bertahun-tahun bekerja. Ada pula rumah sederhana yang menjadi tempat anak-anak tumbuh dan orang tua menggantungkan harapan.
Namun di tengah puing-puing dan kesedihan, harapan warga belum sepenuhnya runtuh. Kehadiran Presiden dan janji pemerintah untuk mendata serta membantu memperbaiki rumah warga menjadi secercah cahaya bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa paling sulit.
Kalimat Presiden, “Untuk rumah yang rusak akan segera kita data dan bantu perbaikannya,” kini menjadi harapan yang sangat dinantikan warga terdampak.
Mereka tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya ingin kembali memiliki rumah yang aman, tempat anak-anak dapat tidur tanpa rasa takut, dan tempat keluarga dapat kembali menjalani kehidupan setelah bencana.
Bagi masyarakat Nagekeo, rumah yang diperbaiki bukan sekadar bangunan yang berdiri kembali. Lebih dari itu, rumah adalah simbol bahwa kehidupan mereka perlahan dapat dibangun kembali setelah dihantam bencana. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









